Home

Mengajak Kita untuk Peduli Bumi

Home adalah sebuah film dokumenter tentang bumi arahan sutradara Perancis Yann Arthur-Bertrand. Home adalah sebuah film yang menyoroti bumi sebagai tempat asal muasal kita yang telah terbentuk ratusan juta tahun silam. Film ini menyajikan fakta bagaimana umat manusia dalam perkembangannya dari masa ke masa mengeksploitasi energi bumi secara berlebihan hingga akhirnya kini memengaruhi keseimbangan seluruh bumi. Aktris senior Hollywood, Glenn Close bertindak sebagai pembawa narasi filmnya.

Home dituturkan secara runtut dan sederhana dibantu narasi yang menjelaskan semuanya dengan lugas dan gamblang. Film diawali dengan bagaimana kehidupan di bumi bermula, betapa lama dan kompleks semua ini terbentuk berlanjut dengan aktifitas umat manusia yang lambat laun merusak keseimbangan alam. Gambar demi gambar plus narasi yang disajikan memberikan kita informasi yang sangat jelas tentang apa saja yang terjadi di bumi kita. Saat ini Bumi tengah dalam kondisi paling buruk sepanjang sejarah keberadaannya. Kita diajak untuk bersimpati dengan bumi. Menjelang akhir film, kita disajikan data-data statistik akibat perubahan keseimbangan alam, seperti berapa spesies yang punah, berapa orang yang tewas akibat kekurangan air bersih, dan lain sebagainya. Home juga mengajak kita untuk optimis dengan menyajikan usaha-usaha yang telah dilakukan umat manusia untuk menyeimbangkan alam. Kita diajak untuk proaktif dan peduli dengan Bumi.

Sepanjang film dijamin penonton tidak akan pernah bosan karena mata kita dimanjakan oleh gambar-gambar panorama yang sangat indah dan menakjubkan di seantero penjuru bumi. Saking indahnya terkadang membuat kita berpikir apakah benar semua ini berada di bumi. Semua gambar diambil dari udara memperlihatkan panorama alam, seperti bukit, gunung, hutan, gurun, desa, kota, lautan, serta manusia dan aktifitasnya. Gambar-gambar dari udara bisa jadi dimaksudkan untuk memposisikan penonton (manusia bumi) agar lebih obyektif memandang Bumi (rumahnya). “Semua yang terlihat indah ini adalah rumah kita, mengapa kita tidak peduli”. Ilustrasi musik juga mengambil peran yang sangat penting dalam film ini. Ilustrasi musik terkadang mampu membuat kita turut bersimpati namun juga terkadang mampu meneror kita di saat bumi digambarkan tengah dalam kondisi kritis. Coba simak ilustrasi musik pada ending title yang mengiringi serangkaian gambar-gambar yang sebelumnya telah disajikan (beserta keterangan lokasi) mampu menggugah kita dan merenungi apa yang bisa dan telah kita perbuat untuk rumah kita.

Bumi dan seluruh isinya adalah satu kesatuan yang saling memengaruhi dan saling membutuhkan. Jika satu unsur alam saja rusak akan memengaruhi unsur alam lainnya. Kita, manusia alias Homo Sapien telah terbukti merusak keseimbangan alam yang telah terbina jutaan lamanya dan kita pula yang mesti bertanggung jawab. Sebuah kalimat bagus diucapkan narator menjelang akhir film, “berhentilah menggali bumi dan mulailah melihat ke atas, contohlah tumbuhan yang memanfaatkan energi dari langit untuk hidup”. Home adalah sebuah tontonan istimewa yang semestinya wajib ditonton generasi muda masa kini karena di tangan merekalah bumi ini kelak menyerahkan nasibnya. Home adalah film untuk kita semua. Apa yang bisa kita lakukan sekarang untuk rumah kita... you wise Homo Sapien? Semuanya masih belum terlambat.

Agustinus Dwi Nugroho

No comments: