Buletin Montase Edisi Terbaru!




Die Hard adalah salah satu film aksi terbaik sepanjang masa. Pengaruh seri Die Hard tidak kecil dalam sejarah perkembangan genre aksi dan formula “die hard” telah digunakan dalam puluhan film bahkan hingga kini. Dalam edisi kali ini kita akan mengulas seri film Die Hard serta film-film yang diwarisi plot ini, seperti The Rock dan Olympus Has Fallen yang rilis baru lalu. Kami juga mengulas beberapa film lokal yang sukses beberapa waktu lalu, 5 Cm dan Habibie Ainun. Kami juga mengulas film-film yang berjaya di Oscar baru lalu, yakni Argo dan Silver Lining Playbooks.

 (lihat preview)

*Maaf sebelumnya atas ketidaknyamanan pembaca, berhubung kesalahan teknis sehingga blog selama beberapa waktu tidak dapat di-update



34 comments:

Anonymous said...

weleh weleh, kewren amat yak blognya montase ....

jadi pengen juga nih ....

long live montase deh ...

Anonymous said...

montase rock n roLL

hidup mas himawan!

Anonymous said...

Ehm...sebelumnya kenalan dulu yak...aku Fahmy anak UNY...kebetulan aku ikutan komunitas film anak bahasa inggris UNY...aku mau minta tolong donk referensi film yang bagus buanget tapi ringan buat ditonton...pokokke highly recommended lah...trus bagi2 ilmu donk tentang gimana bikin film indie...coz terus terang komunitas ini baru aja lahir dan masih amat sangat kurang pengalaman...apa siy yang dilakuin sama komunitas pecinta film selain nonton dan analisis film...kita bingung soalnya...kesannya klo itu2 aja kan bosen...makasih ya...maap banyak bertanya...salam budaya...

Anonymous said...

Oiya maap karena aku belum punya blog...mungkin feedback dan ilmu2 yang akan dibagi bisa dikirim ke lichen_muse_080605@yahoo.co.id

Fahmy

redaksi said...

hi mas Fahmy,
alasan kami membuat komunitas ini semuanya sdh kami tulis di edisi pertama... orientasi montase memang lebih pada apresiasi film karena jumlah komunitas seperti ini sangat minim... nonton film dan apresiasi film, that's what we do...

beberapa anggota kami juga sudah berpengalaman produksi film indie, mungkin mas Fahmi dan rekan-rekan bisa bertemu langsung untuk berdiskusi soal produksi..

soal referensi film jumlahnya banyak sekali.. anda minat film jenis apa.. film-film hollywood rata2 sdh cukup buat referensi.. sepertinya lebih baik jika kita berdiskusi langsung.. mas fahmi bisa hubungi kami lebih lanjut lewat email...

ok trims responnya..

redaksi said...

untuk para pembaca montase...
kami minta maaf karena untuk edisi 8 kali ini hasil cetak cover kurang sempurna... hasilnya sedikit agak gelap... ini benar-benar diluar kemampuan kami... smoga edisi berikut bisa jauh lebih baik...
that's all folks..
trims perhatiannya....

homerianpustaka said...

edisi animasinya seru. tulisan andrei seger kayak rujak. tim burton si anak nakalnya disney sayangnya hanya dibahas sambil lalu saja. harusnya dibahas sendiri nih di satu artikel haha

covernya agak dark yah, gpp sih animasi kan tidak selalu colourful (ngeles mode on), dibuktikan dengan review persepolis dan trademark burton dalam karya2 animasinya.

saran:
di blog ditulis dong montase bisa didapatkan di mana saja. karena dah kesohor nih buletin.

Andrei Budiman said...

Hahaha tulisan saya bagus karena editornya handal :D

Ya mungkin lain kali montase bisa menampilkan edisi khusus tersebut. mungkin di kolom spesial director, Tim Burton spesial page?.

Totally agree with the suggestion, to display on the blog: where's Montase's can find :)

Jabat erat,
Andrei B.

redaksi said...

trims atas masukannya.. kami sudah buat kolom baru... all about montase.. semuanya tentang buletin kami ada disana.. lengkap...

mengenai Burton rasanya masih minim film animasi buatannya.. tercatat cuma dua film... satu filmnya pun ia cuma produser... Burton memang punya gaya yang khas namun film animasi Burton tidak khas... Burton hanya memakai gaya "ekspresionis" film-film non animasinya ke film animasinya.... mungkin pada edisi mendatang kita bisa bahas Burton dan karakteristik film-filmya...

sobatyogya said...

Buat Homerian : Loh Bukannya Tim Burton Film animasinya yg ngetop baru 2 (kalo gak salah), Yg Nightmare Before Christmas & Corpse Bride ya...?! Sptnya kurang tuh klo diulas secara khusus. Kecuali klo udah ada 5 filmnya yg udah top baru boleh tuh diulas secara khusus & lebih mendalam.

Trus buat tim redaksi Montase mana nih edisi Pdf-nya (terutama edisi 1,2) ketinggalan nih nyadarnya ada buletin bagus....lol

homerianpustaka said...

cuma mau nanggepin ini:

sebenarnya tidak bisa ditarik kesimpulan bahwa animasi burton tidak khas karena sekedar memakai gaya eskpresionisnya ke animasi. Gothic's his lifestyle. Burton tidak memisahkan ciri itu dari karya2 seninya. dalam buku kumpulan ceritanya garis-garis coretan gambarnya terlihat kasar dan gelap, karena itu emang stylenya. Tidak mungkin kan burton harus membuat animasi yang bukan ciri gayanya. Membuat wajah2 cantik bak bishounen.

redaksi said...

ok.. trims sekali responnya... bicara ttg film-film Burton memang selalu menarik... kembali ke konteks film animasi (bahasan edisi 8)... Masalah Burton lebih ke masalah kuantitas... kita semua juga tahu Burton pasti akan selalu membuat film dengan gayanya, hanya saja film animasinya masih minim... beda jika Burton sdh memproduksi banyak film animasi... (nb: sineas Nightmare Before Christmas, Henry Selick, setelahnya juga membuat film animasi dengan gaya yang senada, James and the Giant Peach)

jean-dou said...

Dear montase, belum lama ini saya melihat film "the diving bell and the butterfly" (Scaphandre et le papillon, Le) . Saya tertarik sekali dengan film ini dan ingin berbagi cerita dengan montase. Bisakah anda mereviewkannya?

redaksi said...

ok... the diving bell and the butterfly" (Scaphandre et le papillon, Le, memang film istimewa... tunggu saja review-nya... nb: lain kali permintaan review, anda letakkan di kolom ask montase for review agar kami tidak melewatkan komen anda... trims perhatiannya

redaksi said...

hari ini Empire XXI Jogja dibuka... 7 studio kalo gak salah... semoga bisa jadi tempat nongkrong baru para pecinta film di jogja... sayang justru premier filmnya lama2 semua.... body of lies.. tropic thunder... highscool reunion... semua udah keluar dvd orinya... mengherankan kenapa gak puter film baru sekalian...

homerianpustaka said...

film basi aja rame kok. XXI mah gaya hidup. persis bgt waktu pertama kali KFC masuk indonesia, ngantri haha.

jogjazz said...

Berarti Homerianpustaka juga ikutan antri karena koq tau bgt dg para penganut lifestyle tsb donk..:D

editor said...

bicara budaya nonton anak muda jogja memang menarik.. anak muda jogja sekarang jauh berbeda dengan 10-15 tahun lalu ketika budaya nonton film masih kuat... lifestyle juga tidak sepenuhnya tepat... anak muda jogja punya sifat suka menjajal sesuatu yang baru... apapun yang baru pasti rame... coba perhatikan XXI satu dua bulan lagi... pasti suasana kembali normal... jika film-filmnya masih basi mungkin malah tambah sepi... coba liat nasib 21 Amplaz skrg... kalo tren filmnya masih terus begini cuma tinggal tunggu tutup...

homerianpustaka said...

to jogjazz: lewat doang. keliatan kan dari tongkrongan parkirnya :D.
..
to editor: apa iya itu anak muda jogja? bukan anak muda yang kebetulan kuliah di jogja? haha.
lifestylekan kecenderungan untuk kekinian, sejalan dengan trend. makanya saya bilang XXI, the building, pembungkusnya yang jadi gaya hidup bukan menontonnya.

editor said...

anak muda yang kuliah di jogja hitungannya juga anak muda jogja kan... sekalipun bukan orang jogja... dari jaman saya kuliah 75%lebih anak muda yang kuliah di jogja juga asalnya dari luar jogja.. saya cuma komen masalah budaya nonton anak muda yang bergeser dari hobi nonton menjadi ikut2an nonton (mayoritas)... karena mungkin di jogja sdh 10thn lebih gak ada bioskop... saya pikir setahun dua tahun lagi pasti berubah lagi.. balik seperti dulu.. kalo pembungkusnya jelas, apa sih yang bukan gaya hidup sekarang...
ok trims, menarik diskusinya...

Rephi said...

.cayooo....
.yang penting tumbuhin terus minat anak muda buat nonton...dengan kritis dan mendidik...
.thanks

redaksi said...

mohon maaf kepada para pembaca terdapat kesalahan cetak pada buletin montase edisi 11. Pada artikel Sekilas Sinema India, alinea kedua, "Film pertama kali diperkenalkan di India pada tanggal 7 Juli 1986 melalui film-film..", yang benar adalah tahun 1896.
Terima kasih atas perhatiannya.

fadz said...

Salam Montase,

Saya penulis dan pemerhati filem dari Malaysia yang sudah setahun mengenali zine saudara. Baru-baru ini saya di JAFF 2009, Yogyakarta. Edisi-edisi terbaru Montase lebih mantap, dengan artikel-artikel penulis jemputan yang amat baik, terutamanya penulisan filem Horror Indonesia oleh penulis rumahfilm.org pada edisi Filem Korea. Saya tidak berapa menggemari penulisan ulasan filem tempatan pada edisi-edisi awal, tetapi tampak, selepas edisi Animasi, penulisan saudara sudah matang. Moga-moga kualiti ini dikekalkan.

redaksi said...

to fadz di Malaysia

terima kasih atas masukannya... kami semua di montase memang pecinta film namun masih perlu banyak belajar lagi dalam soal menulis.. jam terbang kami masih minim.. semoga ke depan tulisan-tulisan bisa kami jaga dan tingkatkan kualitasnya.. mungkin Anda beminat menulis untuk buletin montase, bicara soal sinema di negara Anda... kami tunggu...

Anonymous said...

It agree, a useful piece

Anonymous said...

On your place I would not do it.

Anonymous said...

Sebagai Newbie, saya selalu mencari online untuk artikel yang bisa membantu saya. Terima kasih Wow! Terima kasih! Saya selalu ingin menulis dalam sesuatu situs saya seperti itu. Dapatkah saya mengambil bagian dari posting Anda ke blog saya?

Belly Surya Candra Orsa said...

Great Blog..!!!! Keep Blogging.... :)

Buletin Montase said...

here we go

Pengelola Blog Montase said...

Maaf sebesar-besarnya bagi para pembaca Montase. Blog kami sedang dalam masa revisi dan perbaikan sehingga update blog masih belum dimungkinkan. Semoga dalam waktu dekat blog kami bisa update dengan info, review, serta artikel-artikel dari buletin terbaru. Mohon maaf sekali lagi dan terima kasih atas perhatiannya.

editor said...

Buletin Montase telah memasuki edisi ke-25, dan ini adalah pencapaian yang sama sekali tidak mudah buat kami. Terima kasih kepada seluruh pembaca serta pihak-pihak yang selama ini banyak mendukung kami. Kami mengakui masih banyak memiliki kelemahan serta kekurangan karena segala keterbatasan yang kami miliki namun kami tetap berusaha semaksimal mungkin untuk bisa lebih baik dari dari waktu ke waktu. Harapan kami adalah Buletin Montase bisa muncul sebagai bacaan alternatif bagi para pecinta film diantara majalah-majalah film besar yang ada di negeri ini. Masukan dan dukungan dari para pembaca sekalian selalu kami harapkan. Terima Kasih atas perhatiannya dan mari terus menonton film!

fasmara said...

permisi...
ada info nih, kontes Akbar nulis cerpen & cipta lagu berhadiah jutaan rupiah,
Kerjasamanya blogger Ari Tunsa bareng Close Up, dkk...
DL 11 Nopember. Buruan cek TKP ya? http://wp.me/pYoyO-Ui kasi tau temenz2 yg laen ya? kesempatan bagus nih :D

Eva said...

ya benar sekali jika james bond juga merupakan tokoh yang sangat menarik teutama dalam action,,

Obat Liver Herbal said...

salam kenal semua