Quantum of Solace: “Casino Royale Vol.2”

6 November 2008,
Film James Bond terbaru, Quantum of Solace (2008) merupakan sekuel langsung dari film sebelumnya, Casino Royale (2006) yang juga masih dibintangi aktor Inggris, Daniel Craig sebagai sang agen 007. Uniknya, Quantum of Solace (QoS) diarahkan oleh Mark Foster yang memproduksi film-film drama berkualitas, seperti Monster Ball (2001), Finding Neverland (2004), hingga The Kite Runner (2007). Seperti pada empat film Bond sebelumnya, aktris kawakan, Judi Dench kembali berperan sebagai M. Bermain sebagai cewek Bond kali ini adalah Olga Kurylenko.
..
..
Setelah kematian Vesper dalam film sebelumnya, Bond (Craig) terus memburu siapa dalang dibalik semuanya. Penyelidikan Bond mengarah pada sebuah organisasi kriminal terselubung bernama Qos yang beranggotakan tokoh-tokoh berpengaruh dari berbagai negara. Rencana besar QoS melalui pelaksananya, Dominic Greene (Mathieu Almaric) kali ini adalah membantu Jendral Medrano menjadi presiden Bolivia dengan imbal balik kepemilikan sebuah areal gurun yang ternyata berisi sumber daya alam bernilai tinggi. Dengan dibantu Camille (Kurylenko) yang ingin membalaskan dendam keluarganya pada Medrano, Bond berusaha menggagalkan rencana QoS sekaligus membalaskan dendam kematian Vesper.
..
Casino Royale Vol.2”, tak ada yang lebih pas selain dari “judul” film ini untuk menggambarkan semua aspek dalam QoS. QoS dan Casino Royale merupakan satu kesatuan film utuh yang dipecah menjadi dua. Sejak adegan pembuka film, kisahnya benar-benar langsung menyambung dengan ending Casino Royale. Penonton yang sama sekali belum pernah menonton Casino Royale dijamin bakal kesulitan mengikuti alur ceritanya karena QoS bersinggungan dengan alur cerita serta karakter-karakter penting film terdahulu, yakni Vesper, Mr. White, Matthis, serta Felix. Sekedar anjuran awal, jangan menonton filmnya jika belum menonton Casino Royale.
..
Bicara soal plot, QoS mampu memberikan sesuatu yang lebih ketimbang Casino Royale. Bond menghadapi masalah yang jauh lebih pelik baik dirinya sendiri maupun lawan-lawan yang dihadapinya. Bond dengan caranya yang cenderung brutal menyingkirkan seluruh orang-orang yang menghalangi jalannya. Ia bahkan kembali mengacuhkan petuah M untuk berpikir sebelum bertindak. Cintanya pada Vesper (selalu disangkalnya) membutakan nurani dan instingnya hingga berakibat fatal bagi kawan-kawan dekatnya. Musuh-musuh Bond kali ini juga tidak memiliki karisma kuat seperti film-film Bond terdahulu. QoS merupakan sebuah organisasi tersamar dengan jalur birokrasi yang masih misterius hingga sulit dibedakan mana lawan dan mana kawan. “We’re everywhere”, seperti kata Mr. White.
..
Seperti film-film Bond lazimnya, QoS masih berisi pula sekuen pembuka yang khas, aksi-aksi yang menegangkan, setting eksotis di berbagai negara, peralatan spionase canggih, hingga wanita-wanita cantik. Seperti halnya sekuen pembuka Casino Royale, QoS tercatat pula merupakan sekuen pembuka terpendek dibandingkan film-film Bond sebelumnya. Latar untuk theme song-nya pun masih memakai gaya (animasi) yang sama dengan Casino Royale. Sedikit berbeda adalah penggunaan tittle (teks) yang unik untuk memberikan informasi lokasi cerita. Seperti di awal pembuka film, tertulis “Siena, Italy” dengan ukuran font yang sama besarnya dengan judul filmnya. Teknik lain juga teks disamarkan melalui setting, seperti “London” yang tertulis pada permukaan aspal jalanan. Entah apa motifnya, mungkin hanya sekedar gaya, namun teknik ini digunakan setiap kali berganti lokasi cerita. Bicara soal cewek Bond, barangkali Qos adalah yang paling unik diantara film-film Bond lainnya. Tokoh Camille rasanya merupakan satu-satunya cewek Bond yang tidak ditiduri James Bond dalam filmnya! Poor Camille... Mungkin satu hal yang dirasa kurang (terutama bagi fans berat 007) adalah peralatan canggih yang menjadi ciri khas film-film Bond. Satu-satunya peralatan canggih yang digunakan hanyalah handphone yang berfungsi sebagai GPS serta kamera. Entah kapan karakter Q muncul… I miss him… (jangan-jangan nanti cewek)…
..
Tidak seperti Casino Royale, QoS tercatat lebih sarat adegan aksi. Semua adegan aksinya juga masih menggunakan pendekatan yang sama dengan Casino Royale, yakni lebih realistik tanpa aksi-aksi yang “wah” (berlebihan) namun dengan tempo yang lebih cepat. Contoh paling mengesankan adalah aksi kejar-mengejar seru dalam sekuen pembuka. Adegan aksinya disajikan begitu memacu adrenalin dengan menggunakan kombinasi teknik fast-cut, shot-shot dekat, sudut-sudut kamera unik, hingga handheld camera. Teknik editing serta shot-nya yang “brutal” (sampai penonton kehilangan orientasi) tampak begitu pas dengan adegannya. I really like it! Entah mengapa adegan-adegan aksi setelahnya menjadi sedikit lebih halus. Walau masih menggunakan teknik yang sama namun aksi-aksi seru yang ditampilkan terasa agak kurang menggigit, seperti misalnya aksi kejar-mengejar speedboat dan pesawat. Beberapa teknik lain yang juga berkesan adalah penggunaan teknik crosscutting yang begitu elegan, satu contohnya seperti pada awal film, ketika M dan Bond yang menginterogasi Mr. White (di sebuah basement) yang beberapa kali dipotong dengan balapan kuda (diatas mereka).
.
Baik Casino Royale maupun QoS merupakan film-film pendahulu sebagai latar kisah pembentuk karakter James Bond yang sesungguhnya dan sejauh ini Craig pun masih bermain prima. Casino Royale merupakan sebuah proses belajar bagi Bond untuk tidak mempercayai siapa pun dalam misi-misinya. Sementara QoS juga masih sebuah proses belajar untuk tidak mencampuradukkan amarah pribadi (dendam) dengan tugasnya. Agak sedikit janggal mengingat pada ending Casino Royale telah memberi kesan jika Bond telah menemukan jati dirinya, “My name is Bond… James Bond”, ucapnya dingin dengan latar musik tema Bond yang khas. Ok sepertinya ini bukan masalah.. toh sepanjang film QoS pun, tidak hingga akhir film musik tema Bond dilantunkan, bukti jika Bond memang belum layak mendapatkannya. I hope Bond next film will be better… these two films are very well made but I really miss the old Bond movies… (B)

6 comments:

dedaunhijau said...

Yups bener ulasannya, emang di pembukaan bond khususnya di 2 film ini aq dapat katakan kurang spektakuler,dan untuk QOS digunakan teknik fast cut, shot-shot dekat agak tidak enak nontonnya serasa duduk disamping bond,mungkin hampir mirip dengan gaya film karya michael mann. Untuk adegan perkelahian mirip banget dengan serial bourne ( apa ini menjadi tren ).Di 2 film bond ini lebih difokuskan ke sisi psikologis dimana untuk menjadi seorang agen 007 sangat berat .....

editor said...

emang iya, kayaknya bisa aja klo dibilang tren gaya. sepertinya gak cuma film-film mann & greengrass, banyak sineas saat ini nyaris selalu make gaya ini untuk adegan aksinya.. sepertinya alasannya spy lebih realistik...

Azri said...

Kayak bukan Film Bond ya... :)
Casino Royal menurut saya sudah cukup sebagai awal Film Bond.....
tapi ya... sebagai film action Quantum of Solace lumayanlah.....

editor said...

ok pendapat saya juga sama... semoga yang ketiga judulnya bukan "casino royale vol.3"..

Anonymous said...

my name is bond, james bond....

joko said...
This comment has been removed by a blog administrator.