Dragon Ball Evolution, Film Terburuk Tahun Ini?

25 Maret 2009,
Dragon Ball Evolution (DB) merupakan film fantasi adaptasi dari komik populer karya Akira Toriyama. Film digarap oleh sineas James Wong yang sebelumnya sukses melalui seri thriller Final Destination (1&3). Film juga dibintangi aktor-aktor muda yakni, Justin Chatwin, Emmy Rossum, serta aktor gaek Hong Kong, Chow Yuen Fat.

Alkisah iblis Picolo (James Marsters) bangkit dari tidur panjangnya (tidak dijelaskan bagaimana) untuk kembali melanjutkan niatnya menghancurkan umat manusia. Untuk memuluskan rencananya, Picolo berusaha mengumpulkan tujuh buah bola naga yang konon dapat mengabulkan segala permohonan. Di tempat lain seorang pemuda, Goku (Chatwin) tinggal dengan damai dan berlatih beladiri bersama kakeknya, Gohan (Randall Duk Kim). Suatu ketika Picolo mendatangi Gohan untuk mengambil bola naga milik sang kakek yang beberapa saat sebelumnya ia serahkan pada Goku. Goku datang terlambat dan mendapati kakeknya telah tewas. Goku lalu bertekad mencari bola naga lainnya sebelum Picolo mendapatkannya. Dengan dibantu kawan-kawannya, Bulma (Rossum), Muten Roshi (Yuen Fat), serta Yamcha (Joon Park), Goku berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan umat manusia dari kehancuran.
..

Akhirnya film bioskop yang benar-benar “gres” datang juga, setelah beberapa bulan belakangan bioskop-bioskop kita tidak pernah merilis film-film barat yang baru (sebagian besar film-film sisa tahun lalu). Entah mengapa film komersil yang amat menjanjikan macam Watchmen belum dirilis di bioskop-bioskop kita. Justru malah film Dragon Ball Evolution dirilis lebih dulu bahkan beberapa minggu sebelum dirilis di US. Hal ini rasanya dimungkinkan karena popularitas DB yang begitu digemari di kawasan Asia termasuk negara kita. Setelah melihat trailer-nya yang kurang meyakinkan rasanya kita tidak bisa berharap banyak dari filmnya namun apa boleh buat daripada tidak menonton film baru sama sekali. Terbukti setelah menonton filmnya ternyata dugaan saya tidak salah. Filmnya memang sangat buruk dan mengecewakan.

Dragon Ball sudah sejak lama kita kenal melalui seri komik serta film seri animasinya. Komik DB dengan karakter-karakternya yang unik menyajikan sebuah kisah petualangan yang sangat seru, kocak, dan menghibur. Nilai lebih DB adalah mampu menyajikan aksi-aksi pertarungan yang begitu seru dengan gaya bertarung yang khas. Siapa pun tahu pasti sulit mengadaptasi semua aspek dalam komiknya ke film live action (seperti pernah dilakukan studio Hong Kong satu dekade silam). Dan terbukti film DB kali ini juga tidak mampu menerjemahkan sama sekali aspek apapun dalam komik atau film seri aslinya. Plot, karakter (tokoh), setting, hingga sekuen aksi, semuanya jauh berbeda dari versi aslinya. Penuturan dan penggambarannya pun sangat buruk dan konyol! Bisa Anda bayangkan karakter Goku pergi ke sekolah??? Darimana penulis bisa mendapat ide konyol macam ini! Bahkan hingga make-up Picolo pun tampak seperti film-film monster kelas B. Lalu bagaimana sekuen aksinya? Don’t expect anything… semuanya dibawah rata-rata. Filmnya bisa dibilang cuma sekedar meminjam nama-nama karakter dari komik DB, tidak lebih!

Aneh, sang sineas dan penulis naskah sepertinya tidak pernah membaca dan tidak mampu menangkap esensi komik DB. Aneh lagi, studio besar macam Fox mau merilis film ini! Buat para fans DB, jangan buang-buang waktu dan uang untuk menonton filmnya. Film ini hanya akan melecehkan Anda. Satu buah seri animasi DB durasi 20 menit yang pernah ditayangkan di televisi masih jauh lebih baik dari film ini. Film ini tak ubahnya film aksi kelas B dan menjadi kandidat kuat film terburuk tahun ini. What a waste! (F)

1 comment:

joko said...

F.... kok kejem banget... mbok E aja.... masih ada yang seksi2 lho..... harusnya dragon ball nya di bikin trilogi......